Ketika membicarakan proses mencari pasangan, kita sering mendengar istilah red flag.
Jangan memilih seseorang yang suka berbohong.
Waspadai orang yang terlalu mengontrol.
Hindari seseorang yang tidak menghargai batasan.
Berhati-hatilah terhadap calon pasangan yang meminta uang.
Semua itu penting.
Namun mencari pasangan hidup bukan hanya tentang menemukan sebanyak mungkin tanda bahaya.
Kita juga perlu mengetahui tanda-tanda positif atau green flag calon pasangan yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki fondasi yang baik untuk dipertimbangkan menuju hubungan yang lebih serius.
Green flag bukan berarti seseorang sempurna.
Seseorang tetap dapat memiliki kekurangan, kebiasaan yang perlu diperbaiki, atau pandangan yang berbeda dengan kita.
Namun ada beberapa karakter dan perilaku yang dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki kesiapan untuk membangun hubungan berdasarkan kejujuran, komunikasi, tanggung jawab, dan rasa saling menghormati.
Berikut 10 green flag yang dapat diperhatikan selama proses ta'aruf.
1. Perkataan dan Tindakannya Konsisten
Salah satu green flag saat ta'aruf yang paling penting adalah konsistensi.
Apa yang dikatakan sesuai dengan apa yang dilakukan.
Jika ia mengatakan akan menghubungi pada waktu tertentu, ia berusaha menepatinya.
Jika ternyata tidak bisa, ia memberi kabar.
Jika mengatakan serius menuju pernikahan, tindakannya juga menunjukkan adanya progres menuju tujuan tersebut.
Konsistensi mungkin terlihat sederhana.
Namun dalam hubungan jangka panjang, konsistensi membantu membangun sesuatu yang sangat penting:
Kepercayaan.
Anda tidak perlu terus-menerus menebak apakah perkataannya dapat dipercaya.
Tentu tidak ada manusia yang selalu mampu memenuhi setiap janji. Rencana dapat berubah dan kesalahan bisa terjadi.
Yang diperhatikan adalah polanya.
Apakah seseorang berusaha bertanggung jawab terhadap apa yang ia katakan?
Jika iya, itu merupakan tanda yang baik.
2. Ia Jujur Meskipun Jawabannya Tidak Selalu Menyenangkan
Dalam proses ta'aruf, terkadang ada dorongan untuk menampilkan versi terbaik dari diri sendiri.
Hal tersebut wajar sampai batas tertentu.
Namun calon pasangan yang baik tidak hanya mengatakan sesuatu yang menurutnya ingin Anda dengar.
Ia berani menyampaikan pendapatnya sendiri.
Misalnya Anda bertanya:
“Apakah setelah menikah kamu bersedia pindah ke kota saya?”
Jawaban yang menyenangkan mungkin:
“Bisa, nanti saya ikut saja.”
Namun jika sebenarnya ia memiliki kewajiban merawat orang tua dan tidak dapat pindah, jawaban jujur jauh lebih berharga:
“Untuk saat ini sepertinya sulit karena saya memiliki tanggung jawab terhadap orang tua.”
Jawaban tersebut mungkin membuat proses menjadi lebih rumit.
Tetapi Anda mendapatkan informasi yang nyata.
Dalam memilih pasangan hidup, kebenaran yang tidak selalu nyaman jauh lebih berguna daripada jawaban indah yang dibuat hanya agar diterima.
3. Ia Menghormati Batasan Anda
Coba perhatikan bagaimana calon pasangan bereaksi ketika Anda mengatakan:
“Saya belum nyaman memberikan nomor WhatsApp.”
atau:
“Untuk foto lainnya, saya belum ingin membagikannya.”
atau:
“Kalau bertemu saya ingin ditemani keluarga.”
Apakah ia menghormatinya?
Atau justru mencoba membuat Anda merasa bersalah?
Seseorang yang menghormati batasan memahami bahwa kedekatan tidak memberikan hak otomatis atas seluruh kehidupan orang lain.
Ia tidak memaksa Anda memberikan:
Foto;
nomor pribadi;
lokasi;
akun media sosial;
informasi keluarga;
data finansial;
atau hal lain yang belum ingin Anda bagikan.
Kemampuan menghormati kata “tidak” merupakan salah satu green flag yang sangat berharga.
4. Ia Bisa Berbeda Pendapat Tanpa Merendahkan
Anda tidak membutuhkan pasangan yang selalu mengatakan:
“Iya, saya setuju.”
Justru proses ta'aruf dapat menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana seseorang menghadapi perbedaan.
Misalnya kalian memiliki pandangan berbeda mengenai tempat tinggal setelah menikah.
Anda ingin tinggal dekat orang tua.
Ia lebih memilih tinggal mandiri.
Perhatikan bagaimana percakapan tersebut berlangsung.
Green flag bukan berarti akhirnya ia mengikuti semua keinginan Anda.
Green flag adalah ketika ia mampu mengatakan:
“Saya punya pandangan berbeda, tetapi saya ingin memahami alasan kamu terlebih dahulu.”
Perbedaan pendapat yang sehat tidak harus berubah menjadi pertengkaran.
Dalam pernikahan nanti, akan ada banyak keputusan yang tidak selalu menghasilkan pendapat yang sama.
Kemampuan berdiskusi jauh lebih penting daripada kemampuan selalu setuju.
5. Ia Bisa Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf
Dua kata sederhana:
“Saya salah.”
Namun tidak semua orang mudah mengatakannya.
Ketika seseorang melakukan kesalahan kecil selama proses ta'aruf, perhatikan bagaimana ia merespons.
Apakah langsung mencari alasan?
Apakah menyalahkan Anda?
Apakah berpura-pura tidak terjadi apa-apa?
Atau mampu mengatakan:
“Kemarin cara saya menyampaikan itu kurang baik. Maaf.”
Kemampuan meminta maaf menunjukkan adanya kesadaran bahwa dirinya juga dapat melakukan kesalahan.
Ini merupakan kualitas penting dalam hubungan.
Karena tidak ada pernikahan tanpa kesalahan.
Anda akan melakukan kesalahan.
Pasangan juga akan melakukan kesalahan.
Jika kedua pihak selalu ingin menjadi orang yang benar, konflik akan sangat sulit diselesaikan.
6. Ia Tidak Takut Membicarakan Hal Serius
Percakapan mengenai hobi dan aktivitas sehari-hari tentu menyenangkan.
Namun seseorang yang memang serius menikah biasanya bersedia membicarakan kehidupan nyata.
Misalnya:
Finansial;
pekerjaan;
keluarga;
anak;
tempat tinggal;
tanggung jawab;
visi pernikahan;
pendidikan anak;
kebiasaan;
hingga target waktu menikah.
Bukan berarti semua harus dibahas dalam percakapan pertama.
Namun ketika proses mulai berkembang, ia tidak terus menghindari pembicaraan penting.
Ini merupakan green flag karena menunjukkan bahwa ia memahami pernikahan bukan sekadar tentang perasaan.
Pernikahan juga membutuhkan kesiapan menghadapi berbagai persoalan praktis kehidupan.
7. Ia Terbuka untuk Melibatkan Keluarga atau Wali
Ketika proses semakin serius, salah satu tanda positif adalah adanya kesiapan untuk membuat hubungan menjadi lebih jelas.
Ia tidak selalu mengatakan:
“Kita jalani berdua saja dulu.”
Sebaliknya, ketika waktunya sudah tepat, ia bersedia membicarakan keterlibatan:
Orang tua;
wali;
keluarga;
atau pendamping yang dipercaya.
Bahkan mungkin ia sendiri yang bertanya:
“Kapan saya bisa mulai berbicara dengan keluarga kamu?”
Ini bukan jaminan bahwa proses pasti berakhir dengan pernikahan.
Namun setidaknya ada keberanian membawa proses menuju langkah yang lebih nyata.
Ta'aruf yang serius idealnya memiliki arah.
Bukan hanya percakapan panjang tanpa kejelasan.
8. Ia Tidak Berusaha Terlihat Sempurna
Menariknya, salah satu green flag calon pasangan justru ketika seseorang tidak berusaha terlihat sempurna.
Ia dapat mengatakan:
“Saya masih belajar mengatur keuangan.”
atau:
“Saya orangnya cukup pendiam ketika sedang ada masalah, tetapi saya sedang belajar mengomunikasikannya.”
atau:
“Hubungan saya dengan keluarga tidak selalu mudah.”
Keterbukaan seperti ini membantu Anda mengenal manusia sebenarnya.
Tentu ada perbedaan antara jujur mengenai kekurangan dengan menjadikan kekurangan sebagai alasan untuk terus melakukan perilaku buruk.
Kalimat:
“Saya memang pemarah, terima saja.”
bukan green flag.
Namun:
“Saya sadar dulu saya mudah marah dan sekarang sedang berusaha memperbaiki cara berkomunikasi.”
menunjukkan adanya kesadaran dan upaya bertumbuh.
9. Ia Menghormati Orang Lain, Bukan Hanya Anda
Ketika sedang mendekati seseorang, sangat mudah untuk bersikap baik kepadanya.
Karena kita ingin memberikan kesan terbaik.
Karena itu, jangan hanya memperhatikan bagaimana calon pasangan memperlakukan Anda.
Perhatikan bagaimana ia berbicara mengenai:
Orang tua;
saudara;
teman;
rekan kerja;
bawahan;
mantan calon pasangan;
atau orang yang pernah berbeda pendapat dengannya.
Apakah setiap orang yang tidak disukainya selalu disebut bodoh?
Apakah ia menikmati mempermalukan orang lain?
Atau tetap mampu menjaga cara berbicara meskipun tidak menyukai seseorang?
Cara seseorang memperlakukan orang yang tidak sedang ingin ia buat terkesan dapat memberikan gambaran yang cukup penting mengenai karakternya.
10. Anda Merasa Aman untuk Menjadi Diri Sendiri
Salah satu green flag yang sering tidak terlihat di CV Ta'aruf adalah bagaimana perasaan Anda ketika berkomunikasi dengannya.
Apakah Anda dapat menyampaikan pendapat tanpa selalu takut ia marah?
Apakah Anda dapat mengatakan tidak?
Apakah Anda dapat mengakui bahwa Anda tidak mengetahui sesuatu?
Apakah Anda merasa harus selalu terlihat sempurna agar ia tetap tertarik?
Hubungan yang sehat tidak berarti tidak pernah merasa gugup atau takut kehilangan.
Namun secara umum, seharusnya terdapat ruang untuk menjadi diri sendiri.
Anda tidak harus mengatakan:
“Saya juga suka.”
ketika sebenarnya tidak suka.
Tidak harus menyembunyikan prinsip agar terlihat cocok.
Tidak harus mengubah seluruh kepribadian agar diterima.
Karena tujuan proses ta'aruf bukan membuat orang lain jatuh cinta kepada karakter yang kita ciptakan.
Tujuannya adalah mengetahui apakah dua manusia yang sebenarnya dapat membangun kehidupan bersama.
Green Flag Bukan Berarti Harus Sama dalam Segala Hal
Ada hal penting yang perlu dipahami.
Green flag tidak berarti:
Hobinya sama;
selera musik sama;
pekerjaannya sesuai harapan;
berasal dari kota yang sama;
memiliki kepribadian sama;
atau selalu memiliki pendapat yang sama.
Kesamaan memang dapat membantu.
Namun hubungan yang sehat juga membutuhkan kemampuan menghadapi perbedaan.
Seseorang dapat menjadi sangat berbeda dengan Anda tetapi tetap memiliki kualitas penting seperti:
jujur, bertanggung jawab, terbuka, menghormati batasan, dan mampu berkomunikasi.
Sebaliknya, seseorang dapat memiliki hampir semua hobi yang sama tetapi ternyata sulit menghormati pendapat orang lain.
Karena itu, jangan menyamakan kesamaan dengan kecocokan.
Jangan Terlalu Cepat Memberikan Label
Sama seperti red flag, green flag sebaiknya dilihat sebagai pola perilaku.
Seseorang membalas pesan tepat waktu sekali bukan berarti otomatis sangat bertanggung jawab.
Seseorang meminta maaf sekali juga belum cukup untuk mengetahui keseluruhan karakternya.
Karakter terlihat melalui konsistensi.
Karena itu, gunakan proses ta'aruf untuk mengamati.
Bukan menguji seseorang dengan permainan psikologis.
Bukan sengaja membuat masalah untuk melihat reaksinya.
Cukup jalani komunikasi secara normal dan perhatikan bagaimana ia menghadapi berbagai situasi yang muncul secara alami.
Jangan Mengabaikan Ketidakcocokan Hanya Karena Banyak Green Flag
Ini juga penting.
Seseorang dapat memiliki karakter yang sangat baik tetapi tetap belum tentu menjadi pasangan yang tepat untuk Anda.
Misalnya ia:
Jujur;
sopan;
bertanggung jawab;
menghormati keluarga;
dan komunikatif.
Namun ia ingin menetap permanen di luar negeri.
Sementara Anda memiliki tanggung jawab yang membuat Anda harus tinggal dekat orang tua di Indonesia.
Keduanya sama-sama baik.
Tetapi ada persoalan kehidupan yang harus dipertimbangkan.
Karena itu, proses memilih pasangan bukan hanya mencari:
“Apakah dia orang baik?”
Tetapi juga:
“Apakah kami dapat membangun kehidupan yang kompatibel?”
Ini dua pertanyaan yang berbeda.
Green Flag yang Paling Penting: Mau Bertumbuh
Tidak ada seseorang yang masuk ke dalam pernikahan dalam keadaan sempurna.
Kita semua membawa kekurangan.
Mungkin belum terlalu baik mengelola uang.
Belum sempurna dalam berkomunikasi.
Masih memiliki kebiasaan tertentu yang perlu diperbaiki.
Karena itu, salah satu kualitas paling berharga adalah kemauan untuk bertumbuh.
Seseorang yang dapat mendengar masukan.
Mampu melakukan refleksi.
Tidak malu belajar.
Bersedia memperbaiki kesalahan.
Dan memahami bahwa pernikahan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kerja sama.
Karena dalam puluhan tahun kehidupan, manusia akan berubah.
Pekerjaan berubah.
Kondisi finansial berubah.
Tubuh berubah.
Keluarga berubah.
Prioritas berubah.
Tantangan juga berubah.
Pasangan yang mampu bertumbuh bersama akan jauh lebih berharga daripada seseorang yang hanya terlihat sempurna pada awal perkenalan.
Libatkan Keluarga dan Tetap Gunakan Pertimbangan yang Matang
Ketika menemukan banyak green flag pada calon pasangan, wajar jika Anda mulai merasa optimis.
Namun jangan terburu-buru.
Tetap lakukan proses secara bertahap.
Bicarakan persoalan penting.
Verifikasi informasi yang memang perlu diverifikasi.
Libatkan keluarga atau wali ketika proses mulai serius.
Jika memungkinkan, lihat bagaimana calon pasangan berinteraksi dalam konteks yang berbeda.
Dan jangan hanya mengandalkan compatibility score, foto, pekerjaan, atau profil yang terlihat menarik.
Platform dapat membantu mempertemukan dua orang.
Tetapi keputusan pernikahan tetap membutuhkan pertimbangan yang jauh lebih luas.
Kesimpulan: Carilah Karakter, Bukan Kesempurnaan
Ketika mencari pasangan hidup, mudah sekali terjebak pada daftar kriteria.
Tinggi badan.
Pekerjaan.
Pendidikan.
Domisili.
Penampilan.
Penghasilan.
Hobi.
Semua itu boleh menjadi pertimbangan.
Namun jangan sampai hal-hal yang mudah terlihat membuat kita lupa memperhatikan sesuatu yang jauh lebih penting:
Bagaimana karakter orang tersebut ketika menjalani hubungan dengan manusia lain?
Apakah ia jujur?
Apakah perkataan dan tindakannya konsisten?
Apakah ia menghormati batasan?
Apakah dapat menerima perbedaan?
Apakah mampu meminta maaf?
Apakah siap membicarakan masa depan?
Apakah bersedia melibatkan keluarga?
Dan apakah ia memiliki kemauan untuk terus belajar?
Itulah beberapa green flag calon pasangan yang dapat menjadi bahan pertimbangan selama proses ta'aruf.
Bukan untuk mencari manusia tanpa kekurangan.
Tetapi untuk menemukan seseorang yang kekurangan dan kelebihannya dapat kita pahami secara lebih jujur sebelum mengambil keputusan besar.
Karena pada akhirnya, pasangan hidup bukan sekadar seseorang yang terlihat cocok di profil.
Ia adalah seseorang yang mungkin akan menemani kita menghadapi berbagai versi kehidupan yang belum pernah kita jalani sebelumnya.
Temukan Proses Ta'aruf yang Lebih Terarah Bersama Ta'arufnesia
Ta'arufnesia hadir untuk membantu mereka yang memiliki niat serius menuju pernikahan menjalani proses pencarian calon pasangan secara lebih tertata.
Melalui CV Ta'aruf, preferensi pasangan, verifikasi, pencarian kandidat, compatibility, kontrol privasi, pengajuan ta'aruf, komunikasi terstruktur, serta keterlibatan wali atau pendamping, pengguna dapat mengenal calon pasangan dengan proses yang lebih jelas.
Jangan hanya mencari seseorang yang terlihat sempurna.
Cari seseorang yang dapat diajak jujur, berdiskusi, bertumbuh, dan menghadapi kehidupan bersama.
Karena pasangan yang tepat bukan selalu seseorang yang sama dengan kita, tetapi seseorang yang dapat berjalan bersama menuju tujuan yang sama.
Ta'arufnesia — Mencari bukan sekadar cocok, tapi berkah.
